About

Berdiri sejak 1 Januari 2013, Labosude atau Laskar Bocah Sungai Deli di pinggiran Sungai Deli, di Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan – Sumatera Utara. Berdirinya menandai munculnya kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan khususnya di Sungai Deli yang kondisinya semakin memrihatinkan dengan kerusakan akibat sampah, limbah maupun tekanan pembangunan properti di Kota Medan.

Berawal kegelisahan menjelang tahun baru akhir tahun 2012, beberapa orang yang mulai sadar pentingnya menjaga lingkungan lalu mengajak anak-anak yang setiap sore selalu mandi di pinggiran Sungai Deli mengumpulkan sampah-sampah yang hanyut berupa botol-botol plastik dan lain sebagainya yang masih bernilai ekonomis. Dari situ kemudian terkumpullah botol-botol plastik dan lainnya dalam jumlah banyak yang mana kemudian dijual dan hasilnya digunakan untuk mengisi malam tahun baru.

Tak ingin hanya berhenti di situ saja, kegiatan mengutip botol-botol plastik dan barang-barang lainnya yang masih bernilai ekonomis tersebut, dilanjutkan hingga sekarang. Tak lama kemudian, dengan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan khususnya Sungai Deli, berbagai kegiatan berkaitan upaya pelestarian dilakukan mulai dari penanaman pohon, aksi bersih sungai, kampanye rutin dengan upacara bendera di tengan sungai, berbagai perlombaan yang intinya mengajak masyarakat untuk secara perlahan tidak membuang sampah ke sungai.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian banyak khalayak dengan masuknya berbagai media cetak dan elektronik untuk turut menyebarkan kesadaran terhadap lingkungan secara luas. Begitupun, dukungan dari berbagai pihak juga terus berdatangan dengan seringnya melakukan kegiatan di tempat yang menjadi langganan banjir setiap tahun ini.

Bentuk kecintaan terhadap lingkungan tersebut ditunjukkan dalam berbagai kegiatan mulai dari kampanye ataupun aksi nyata membersihkan sungai yang secara rutin dilaksanakan baik oleh masyarakat sendiri maupun denga keterlibatan pihak-pihak lain, yakni para aktivis lingkungan baik dari Medan maupun luar Medan.

Tidak hanya berkaitan dengan kampanye lingkungan hidup. Kegiatan diskusi lintas generasi maupun kesenian seperti teater, tari, puisi yang banyak melibatkan anak-anak juga mewarnai laju gerak kesadaran masyarakat. Di bulan September 2013, berbagai komunitas teater dari Kalimantan Barat, Riau, Jawa Tengah, turut tampil di hadapan masyarakat dengan kerumunan yang membludak.

Semua kegiatan yang sudah dilakukan diharapkan dapat menjadi pembelajaran semuap pihak khususnya anak-anak generasi muda agar lebih mencintai lingkungannya dan memiliki perkembangan dan masa depan yang positif dengan prinsip pengelolaan sumber daya alam hayati yang berkeadilan, antar generasi dan unsur-unsur alam.