Markombur TVRI Sungai Deli

Hujan deras sudah mengguyur sejak dini hari. Debit air Sungai Deli meluap dan merendam ratusan rumah di pinggiran sungai. Tak menyurutkan kru dari TVRI yang akan menggelar diskusi dalam program acara Markombur yang dipandu presenter Rizanul yang muncul dengan ciri khas rambut ubannya yang dikuncir.

Pagi, Sabtu (4/10/2014) sebagian besar warga yang rumahnya terrendam masih menunggu di tempat yang lebih tinggi. Sementara, banyak anak-anak yang justru kegirangan dengan datangnya banjir yang sudah rutin ketika hujan deras ditambah lagi kiriman dari hulu dan pasang di hilir.

Dalam diskusi tersebut, beberapa pokok bahasan yang mengemuka adalah, Sungai Deli memiliki sejarah yang panjang. Masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Deli hidup secara turun temurun dan memiliki keterikatan yang sangat kuat secara budaya. Selama bertahun-tahun telah terjadi perubahan rona Sungai Deli karena berbagai sebab, mulai dari peerilaku merusak dari manusia maupun alamiah.

Sudah banyak upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan yang sudah muncul namun masih belum memadai. Begitupun kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat seolah menjadi macan kertas ketika hukum ternyata tajam ke bawah. Seharusnya, nilai-nilai sosial budaya dikedepankan dalam penyelesaian masalah Sungai Deli.

Ada kemungkinan terjadi persekongkolan jahat antara penguasa dan pengusaha ditambah oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mengakibatkan kerusakan Sungai Deli semakin parah. Begitu pula ada upaya kuat untuk menyalahkan masyarakat pinggiran sungai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam kerusakan Sungai Deli. Sementara itu, tak jarang terlihat sampah-sampah dibuang oleh pendatang ataupun pelintas di jembatan Sungai Deli.

Tak itu saja, pabrik-pabrik yang membuang limbahnya ke Sungai Deli
lebih dari hitungan jari tangan. Jika pemerintah berupaya menggusur masyarakat dari pinggiran Sungai Deli dengan alasan jalur hijau, sebaiknya mereka konsisten dengan kebijakan yang ada karena banyak gedung-gedung pemerintahan dan swasta, perumahan mewah, rumah sakit, pabrik-pabrik yang berdiri di pinggiran sungai.

Nilai-nilai sejarah yang meliputi Sungai Deli teramat banyak dan berharga untuk ditinggalkan begitu saja. Begitupun kenangan-kenangan masyarakat terhadap Sungai Deli tempo dulu juga layak untuk digali, tidak hanya sebagai romantisme, namun lebih dari itu, sebagai kesaksian tentang masa lalu sehingga dapat meruntut kekeliruan perilaku selama ini terhadap Sungai Deli. Selain itu, juga dapat dijadikan pijakan untuk menyusuri jejak ataupun peninggalan yang masih tersisa serta kerusakan seperti apa saja yang sudah terjadi.

Untuk lebih lengkapnya, ada baiknya menonton video markombur yang akan diunggah di media sosial dalam waktu dekat. Untuk sementara, ini beberapa foto yang diambil ketika berlangsungnya acara di Gang Mantri, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s