Aksi Bersih Sungai Deli Lestarikan Alam

Sampah menjadi permasalahan utama selain banjir bagi masyarakat di pinggiran sungai, termasuk di Kampung Aur, Kelurhan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara. Pagi itu, Jumat (28/2/2014) puluhan warga masyarakat melakukan aksi bersih sungai sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan.

Menurut Kepala Lingkungan III, Kelurahan Aur, Ali Umar, bersama dengan Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Aur, Yahdi Sabil, aksi bersih ini merupakan bentuk komitmen masyarakat khususnya di Gang Mantri, Kampung Aur, dan Syah Bandar yang masuk dalam Kelurahan Aur dan Gang Badur yang masuk dalam Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Menurutnya, selama ini masyarakat bersama dengan kelompok atau komunitas pecinta alam sering melakukan aksi bersih sungai. Namun, sampah tersebut tidak pernah habis karena tingkat kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan masih minim dan menjadikan Sungai Deli sebagai tempat pembuangan sampah.

Tingkat pencemaran di Sungai Deli sudah semakin mengkhawatirkan akibat banyaknya sampah domestik dan limbah industri di banyak titik. “Sudah seharusnya kita berperan aktiv dengan tidak lagi membuang sampah ke sungai. Kita menghimbau kepada semua pihak, tidak hanya masyarakat di pinggir sungai, tapi masyarakat lain jangan asal melempar sampah ke sungai dari atas jembatan,” katanya.

Dalam aksi bersih tersebut, warga yang terdiri dari anak-anak, remaja dan dewasa, baik laki-laki maupun perempuan tumpah ruah ke sungai dan bahu membahu membersihkan sampah selama ini menyangkut di pepohonan dan di sela-sela batu akibat dibawa banjir. Warga juga memangkas ranting-ranting pohon dan merapikannya.

“Ini sungai kita, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi. Yang kita inginkan adalah, Sungai Deli ini bersih dari sampah, ini langkah yang tepat untuk memperbaiki sungai kita,” kata Arfan, warga Gang Badur, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun sambil memangkas ranting bambu.

Sampah-sampah tersebut dimasukkan ke dalam goni dan dibawa ke atas lalu masuk ke truk sampah. Masyarakat juga berhasil memindahkan satu batang pohon tumbang berukuran besar yang posisinya melintang dan sering menjadi tempat bersangkutnya sampah-sampah.

“Macam ragam sampahnya, mulai dari plastik kresek sampai popok bayi dan pakaian dalam pun ada,” katanya sambil mengikat karung berisi tanah kemudian disusunnya rapi sebagai benteng pinggir sungai membentuk perundakan, tepat di sisi saluran pembuangan air parit di bawah jembatan Jalan Letjend Suprapto.

Dalam aksi bersih tersebut, kaum ibu di Kampung Aur, di markas Laskar Bocah Sungai Deli (Labosude) sibuk mempersiapkan makan siang untuk seluruh warga yang sejak dari pagi membersihkan Sungai Deli. Hidangan khas masyarakat Kampung Aur, berupa nasi putih dengan sambal pedas, tauco, dengan lauk ikan teri dan sebutir telur rebus menjadi menu yang paling ditunggu.

Seluruh peserta aksi bersih tersebut makan siang di pinggir sungai tanpa memedulikan pakaiannya yang basah kuyup dan kotor setelah berendam dan berkubang sampah. “Inilah nikmat yang tak dirasakan orang-orang yang tak ikut aksi bersih di sini. Menu sederhana makan di pinggir sungai, tak ada bandingnya,” kelakar seorang warga yang makan tanpa sendok dan berbuka baju.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s