Hari Lingkungan Hidup Sedunia Mahasiswa Pecinta Alam Bersihkan Sungai Deli

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu dilaksanakan 5 Juni oleh masyarakat dan aktivis lingkungan, Mahasiswa Pecinta Alam Sumatera Utara (MAPALA SU) melakukan aksi bersih Sungai Deli sebagai bentuk keprihatinan atas semakin rusaknya lingkungan Sungai Deli

Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera Utara, Kathryn A. Crockart yang ikut di dalam tim memungut sampah di Sungai Deli mengatakan, begitu banyak sampah yang ditemukan di sepanjang sungai yang dilalui, hanya sebagian saja yang berhasil diangkat. Menurutnya, sampah merupakan permasalahan yang harus segera diselesaikan karena bisa menjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari, jika dibiarkan.

Apalagi, kata dia, Sungai Deli merupakan sungai yang kerap kali terjadi banjir. Dengan demikian, menurutnya, sudah saatnya untuk lebih peduli terdahap lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah ke sungai. “Ini merupakan aksi yang sangat bagus, saya sangat mengapresiasi teman-teman mahasiswa pecinta alam, yang mau turun membersihkan sungai,” katanya kepada MedanBisnis, Kamis (6/6/2013).

Menurut Syarifah, warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Sungai Deli menjadi semakin kotor karena menjadi tempat pembuangan sampah, bukan saja oleh masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai. Dirinya kerap melihat sampah-sampah di dalam plastik dilemparkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab dari atas jembatan.

“Kami mencuci piring dan pakaian di sini, sering kali kami melihat sampah-sampah dibuang dari atas jembatan, entah oleh siapa, kami tidak membuang sampah ke sungai karena ada tempatnya di atas, ada petugas yang mengambilnya,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Kamaludin Harahap, dalam diskusi memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan MAPALASU, Rabu (5/6) di Taman Rispa, Jalan Avros, Medan, mengatakan, dalam misi penyelamatan Sungai Deli, seharusnya Pemerintah Kota Medan konsen dengan tata ruang, khususnya yang berhubungan dengan lahan-lahan yang penting.

Banyaknya sampah di sepanjang Sungai Deli, kata dia, adalah cermin tidak adanya kepedulian terhadap lingkungan. Pasalnya, sungai merupakan kawasan lindung yang harus dilindungi dari sehhala upaya yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan.

Bobi selaku koordinator kegiatan mengatakan, selain sebagai bentuk keprihatinan, aksi bersih sungai merupakan aksi kepedulian terhadap lingkungan. Dengan melakukan aksi bersih sungai tersebut, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak lagi membuang sampahnya ke sungai, tidak hanya bagi masyarakat di pinggiran sungai, namun juga kepada masyarakat luas agar membuang sampah pada tempatnya. “Sungai Deli bukan tempat sampah,” katanya.

Aksi bersih sungai tersebut dimulai dari Taman Risva, di Jalan Avros, Kecamatan Medan Maimun menuju kantor Walikota Medan, dengan menggunakan sampan yang difasilitasi dari Dinas Kebersihan Kota Medan. Sampah-sampah yang diambil di sepanjang sungai dipungut, dikumpulkan dan dimasukkan dalam plastik sampah berukuran besar untuk kemudian dipindahkan ke truk pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan Kota Medan di beberapa titik, seperti di bawah Titi Juanda, Kelurahan Sukaraja, Medan Maimun.

** Dikutip dari http://mdn.biz.id/n/33383

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s