Botol Plastik Hanyut di Sungai Deli

Hujan deras sudah berhenti sejam sebelumnya. Menyisakan rintik-rintik dan genangan air di sana-sini, sekitar sebulan menjelang akhir tahun 2012.  Debit air Sungai Deli meluap malam itu. Berbagai jenis sampah hanyut  terbawa arus yang semakin deras. Beberapa orang, sambil membawa sebilah bambu panjang, di ujungnya terikat jaring-jaring berwarna biru, berdiri di pinggir sungai. Ada yang sambil berdiri di atas pohon, ada pula yang di bibir sungai, luapan air Sungai Deli merendam hampir setengah betisnya.

Tak berapa lama, mereka arahkan bilah bambu ke tengah sungai, dia celupkan ke air untuk mengambil botol-botol plastik bekas minuman. Satu persatu, hingga terhitung belasan berhasil diambil dari sungai. Botol-botol tersebut dikumpulkan di dalam karung, diikat lalu disimpan di dekat rumah. Sejak beberapa minggu terakhir, kegiatan mengambil botol-botol itu sudah dilakukan warga Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara. Bahkan, anak-anak lebih aktif mengumpulkannya ketika bermain di sungai di pagi, siang atau sore.

Bukan tanpa alasan mereka mengumpulkan botol-botol plastik bekas air minum itu. Mereka berrencana untuk membuat acara tahun baru di kampung sendiri. Mereka ingin membuat beda perayaan tahun baru di kampungnya dari tahun-tahun sebelumnya yang mana sebagian besar anak mudanya ikut dalam riuh lalu lalang dan hingar bingar perayaan tahun baru di tempat-tempat keramaian. Hal yang mana membuat was-was orang tua. Tentu saja, rencana tersebut mendapat respon positif masyarakat.

Pengumpulan botol-botol plastik bekas minuman semakin banyak dan setelah
dijual menghasilkan lebih dari Rp 1 juta. Dari uang tersebut dan ditambah dengan sumbangsih warga lainnya akhirnya rencana perayaan tahun baru di Kampung Aur terselenggara.

Kegelisahan menjelang tahun baru akhir tahun 2012, akhirnya terbayar dengan semakin banyaknya warga yang sadar pentingnya menjaga lingkungan dan terus mengajak anak-anak yang setiap sore selalu mandi di pinggiran Sungai Deli mengumpulkan sampah-sampah yang hanyut berupa botol-botol plastik dan lain sebagainya yang masih bernilai ekonomis.

Tak ingin hanya berhenti di situ saja, kegiatan mengutip botol-botol plastik dan barang-barang lainnya yang masih bernilai ekonomis tersebut, dilanjutkan hingga sekarang. Dari situ pula kemudian lahir kelompok pencinta lingkungan, Laskar Bocah Sungai Deli, yang di dalamnya berisi anak-anak, orang tua, dan penggiat lingkungan hidup dari berbagai latar belakang.

Tak lama kemudian, dengan kesadaran untuk lebih mencintai lingkungan khususnya Sungai Deli, berbagai kegiatan berkaitan upaya pelestarian dilakukan mulai dari penanaman pohon, aksi bersih sungai, kampanye rutin dengan upacara bendera di tengan sungai, berbagai perlombaan yang intinya mengajak masyarakat untuk secara perlahan tidak membuang sampah ke sungai.

(Labosude)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s